ASUHAN KEPERAWAT KELUARGA DENGAN
MASALAH GASTRITIS AKUT
OLEH:
Tini Wahiyuni
S.0017.P.038
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
STIKES KARYA KESEHATAN
KENDARI
2021
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha kuasa karena telah memberikan kesempatan pada
penulis untuk menyelesaikan makalah ini. Atas rahmat dan hidayah-Nya lah penulis
dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “
Asuhan keperawatan keluarga Dengan masalah gastritis akut “ tepat waktu.
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas yang diberikan oleh ibu Diah
Indriastuti S.Kep.,Ns.M.Kep pada Mata
kuliah Keperawatan keluarga. Selain itu, penulis juga berharap agar makalah ini
dapat menambah wawasan bagi pembaca tentang Asuhan keperawatan keluarga Dengan
masalah gastritis akut .
Penulis
mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada ibu Diah Indriastuti
S.Kep.,Ns.M.Kep selaku dosen mata
kuliah keperawatan keluarga. Tugas yang telah diberikan ini dapat menambah
pengetahuan dan wawasan terkait bidang yang ditekuni penulis. Penulis juga
mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu proses penyusunan
makalah ini.
Penulis
menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik
dan saran yang membangun akan penulis terima demi kesempurnaan makalah ini.
Kendari,
05 februari 2021
DAFTAR ISI
Contents
A. Data Umum & Kondisi Kesehatan Keluarga
D. Riwayat Dan Tahap Perkembangan Keluarga
G. Aktivitas Rekreasi Keluarga
H. Harapan Keluarga Terhadap Petugas Kesehatan
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang.
Gastritis ialah suatu
inflamasi yang mengenai daerah dinding lambung terutama pada mukosa gaster.
Gastritis dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti oleh karena infeksi
H.pylori, kebiasaan makan makanan yang pedas, asam, minuman iritatif (seperti
soda), serta konsumsi kopi, alcohol, stress emosional, obat – obatan seperti
NSAID, dan juga dapat disebabkan oleh karena imunitas.(1)
Penyebab dari gastritis
menurut Herlan tahun 2001 yaitu asupan alkohol berlebihan (20%), merokok (5%),
makanan berbumbu (15%), obat-obatan (18%) dan terapi radiasi (2%), sedangkan
menurut Hasna dan Hurih tahun 2009 gastritis bisa juga disebabkan karena,
infeksi bakteri, stress, penyakit autoimun, radiasi dan Chron’s Disease.(2)
Menurut WHO, insiden
gastritis di dunia sekitar 1,8-2,1 juta dari jumlah
penduduk setiap
tahunnya, di Inggris (22%), China (31%), Jepang (14,5%), Kanada (35%), dan
Perancis (29,5%). Di Asia Tenggara sekitar 583.635 dari jumlah penduduk setiap
tahunnya. Gastritis biasanya dianggap sebagai suatu hal yang remeh namun
gastritis merupakan awal dari sebuah penyakit yang dapat menyusahkan seseorang.
Presentase dari angka kejadian gastritis di Indonesia menurut WHO adalah 40,8%
dan angka kejadian gastritis di beberapa daerah di Indonesia cukup tinggi
dengan prevalensi 274.396 kasus dari 238.452.952 jiwa penduduk.(3)
Berdasarkan penelitian
yang telah dilakukan oleh World Health Organization (WHO), didapati kejadian
gastritis di beberapa negara seperti, Inggris 22 %, China 31 %, Jepang 14,5 %,
Kanada 35 % dan Perancis 29,5. Sedangkan, untuk di Asia Tenggara gastritis
mencapai angka sekitar 583.635 kasus dari jumlah penduduk setiap tahunnya2. (1)
Data dari Kemenkes RI
mendapati bahwa Indonesia menempati urutan keempat sebagai negara dengan kasus
gastritis tertinggi setelah Amerika, Inggris, dan Bangladesh, serta merupakan
penyakit yang menempati posisi kelima dari sepuluh besar penyakit pasien rawat
inap dan posisi keenam dalam urutan penyakit pasien rawat jalan di rumah sakit.(1)
Berdasarkan profil
kesehatan Indonesia tahun 2011, gastritis merupakan salah satu dari 10 penyakit
terbanyak pada klien inap di rumah sakit di Indonesia dengan jumlah 30.154
kasus (4,9%) (Depkes, 2012). Di Jawa Timur pada tahun 2011 prevalensi gastritis
mencapai 44,5% yaitu dengan jumlah 58.116 kejadian.(3)
B. Rumusan masalah.
1.
Apa yang
dimaksud dengan gastritis akut?
2.
Jelakan
etiologi gastritis akut?
3.
Bagamaina
manifestasi klinik gastritis akut?
4.
Jelaskan
patofisiologi gastritis akut?
5.
Bagaimana
pemeriksaan penunjang gasstritis akut?
6.
Bagaimana tatalaksana
dari gastritis akut?
7.
Asuhan
keperawatan pada pasien gastritis akut?
C. Tujuan
Untuk mengetahui konsep dasar dan
konsep Asuhan keperawatan gastritis akut!
BAB I
KONSEP MEDIS
A. Definisi
Gastritis akut merupakan
inflamasi akut dari didinding lambung terbatas pada mukosanya, sedangkan
gastritis kronis inflamasi kronik terjadi dalam waktu yang lama pada permukaan
lambung . Gastritis merupakan inflamasi pada mukosa lambung yang diakibatkan
karena pola makan, yang ditandai dengan nyeri perut.(4)
Gastritis akut merupakan
penyakit yang sering ditemukan, biasanya bersifat jinak dan sembuh sempurna.
Gastritis akut terjadi akibat respons mukosa lambung terhadap berbagai iritan
lokal. Inflamasi akut mukosa lambung pada sebagian besar kasus merupakan
penyakit yang ringan.(3)
Gastritis akut adalah
suatu peradangan permukaan mukosa lambung yang akut. Gatritis Akut paling
sering diakibatkan oleh kesalahan diri, mis. makan terlalu banyak, terlalu
cepat, makan makanan yang terlalu banyak bumbu atau makanan yang terinfeksi.
Penyebab lain termasuk alcohol, aspirin, refluks empedu atau terapi radiasi.(2)
B. Etiologi
Gatritis akut disebabkan
oleh faktor interna (kondisi pemicu yang menyebabkan pengeluaran asam lambung
berlebihan) maupin faktor eksterna(menyebabkan iritasi dan infeksi):
1. Faktor dari luar : makanan, diet yang salah,
makanan banyak, terlalu cepat, makanan berbumbu yang dapat merusak mukosa
lambung, seperti rempah- rempah, alkohol, kopi, stres. Obat obatan digitalis,
iodium, kortison, analgesik, anti inflamasi, bahan alkali yang kuat (soda).
2. Faktor dari dalam: toxin, bakteri yang
beredar dalam darah misal morbili, difteri, variola. Infeksi pirogen langsung
pada dinding lambung seperti streptococus, stapilococcus.(4)
C. Manifestasi klinik
1.
Anorexia
2.
Mual dan
muntah
3.
Nyeri
epigastrium
4.
Perdarahan
saluran cerna pada hematemesis melena
5.
Anemia(4)
D. Patofisiologi
Zat iritasi yang masuk
ke dalam lambung akan mengiitasi mukosa lambung. Jika mukosa lambung teriritasi
ada 2 hal yang akan terjadi :
1.
Karena
terjadi iritasi mukosa lambung sebagai kompensasi lambung. Lambung akan
meningkat sekresi mukosa yang berupa HCO3, di lambung HCO3 akan berikatan
dengan NaCL sehingga menghasilkan HCI dan NaCO3.Hasil dari penyawaan tersebut
akan meningkatkan asam lambung. Jika asam lambung meningkat maka akan
meningkatkan mual muntah, maka akan terjadi gangguan nutrisi cairan &
elektrolit.
2.
Iritasi
mukosa lambung akan menyebabkan mukosa inflamasi, jika mukus yang dihasilkan
dapat melindungi mukosa lambung dari kerusakan HCL maka akan terjadi hemostatis
dan akhirnya akan terjadi penyembuhan tetapi jika mukus gagal melindungi mukosa
lambung maka akan terjadi erosi pada mukosa lambung. Jika erosi ini terjadi dan
sampai pada lapisan pembuluh darah maka akan terjadi perdarahan yang akan
menyebabkan nyeri dan hypovolemik.(2)
E. Pathway
F. Pemeriksaan Diagnostik
1.
Pemeriksaan
Diagnostik menurut Abidin dkk (2014) :
a.
Darah rutin.
b.
Untuk
mengetahui infeksi Helicobacter pylori: pemeriksaan Urea breath test dan feses.
c.
Rontgen
dengan barium enema.
d.
Endoskopi.
2.
Pemeriksaan
Diagnostik menurut Nuari (2015):
a.
Pemeriksaan
darah: Tes ini digunakan untuk memeriksa adanya antibodi H. Pylori dalam darah.
b.
Pemeriksaan
feces : Tes ini memeriksa apakah terdapat H. Pylori dalam feces atau tidak.
c.
Endoskopi
saluran cerna bagian atas : Dengan tes ini dapat terlihat adanya
ketidaknormalan pada slauran cerna bagian atas yang mungkin tidak terlihat dari
sinar-X.
d.
Rontgen
saluran cerna bagian atas : Tes ini akan
melihat adanya tanda-tanda gastritis atau penyakit pencernaan lainnya(3)
G. Penatalaksanaan
Mukosa lambung mampu
memperbaiki dirinya sendiri setelah episode gastritis. Biasanya, pasien pulih
dalam 1 hari, meskipun nafsu makan mungkin hilang selama 2 atau 3 hari. Pasien
tidak boleh mengkonsumsi alkohol dan makan sampai gejala reda. Kemudian diet
pasien dapat dilanjutkan menjadi diet noniritatif. Jika gejala menetap, cairan
intravena mungkin diperlukan. Jika perdarahan terus terjadi, penatalaksanaannya
serupa dengan penatalaksanaan untuk hemoragi saluran GI atas.
Jika gastritis
disebabkan oleh menelan asam atau alkali yang kuat, encerkan dan netralkan asam
dengan antasid yang umum (mis, aluminum hidroksida); netralkan alkali dengan
jus lemon encer atau cuka encer. Jika korosi luas atau berat, hindari emetik
dan lavase karena terdapat bahaya perforasi. Terapi suportif dapat mencakup
intubasi nasogastrik, agens analgesik dan sedatif, antasid, dan cairan IV.
Endoskopi fiberoptik mungkin diperlukan; pembedahan darurat mungkin diperlukan
untuk mengangkat jaringan gangren atau jaringan yang mengalami.(3)
BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN
KELUARGA
I.
PENGKAJIAN
KELUARGA
A. DATA UMUM & KONDISI KESEHATAN KELUARGA
|
Puskesmas |
: |
Wundulako |
Alamat |
: |
Jl.bendungan |
Hari/Tanggal Pengkajian |
: |
05-022021 |
|
Nama KK |
: |
Tn. KR |
Usia |
: |
60 thn |
|||
|
Pendidikan |
: |
SLTA |
Pekerjaan |
: |
Petani |
|
|
|
1. Komposisi Keluarga :
|
No |
Nama Anggota Keluarga |
Hub. Keluarga |
L/P |
Umur (th) |
Pendidikan |
Agama |
Suku |
Pekerjaan |
Imunisasi (L/TL) |
KB |
Alat bantu, ptotesa |
Keadaan umum (sehat/tidak sehat) |
Riwayat penyakit & alergi |
|
1. |
Tn. KR |
Suami |
L |
60 th |
SLTA |
islam |
muna |
Petani |
TL |
- |
- |
Sehat |
Tdk ada |
|
2. |
Ny.PN |
Istri |
P |
58 th |
SMP |
islam |
mekongga |
IRT |
TL |
- |
- |
Sehat |
Tdk ada |
|
3. |
An.DP |
Anak |
P |
20 th |
mahasiswa |
islam |
muna |
Mahasiswa |
L |
- |
- |
Sehat |
Tdk ada |
|
4. |
An.AS |
Anak |
L |
15 th |
Smp |
islam |
muna |
Pelajar |
L |
- |
- |
Sehat |
Tdk ada |
2. Jarak Untuk Mencapai Pelayanan Kesehatan Terdekat
|
Fasilitas Kesehatan |
|
Jarak |
|
Cara tempuh |
||
|
1. Puskesmas |
: |
3 km |
|
1. Jalan kaki |
: |
- |
|
2. Puskesmas Pembantu |
: |
- |
|
2. Sepeda |
: |
- |
|
3. Posyandu |
: |
100m |
|
3. Motor roda 2 |
: |
Ya |
|
4. Lain-lain, Bidan swasta |
: |
30m |
|
4. Motor roda 4 |
: |
- |
|
|
|
|
|
5. Perahu |
: |
- |
3. Genogram (3
generasi)
4. Tipe Keluarga
Keluarga bpk KR adalah
keluarga tradisionan yaitu keluarga inti (nuclear Family )yang terdiri dari
ayah,ibu dan ana
B. PENGKAJIAN INDIVIDU
|
No |
Data |
Tn, KR |
Ny.PN |
An.DP |
An.AS |
|
1.
|
Keadaan umum |
Lemas dan pucat dan
sulit beraktifitas |
Sehat |
sehat |
Sehat |
|
Penampilan |
Bersih |
Bersih dan rapih |
Bersih dan rapih |
Bersih dan rapih |
|
|
BB |
85 kg |
62 kg |
69 kg |
55 kg |
|
|
TB |
165 cm |
143 cm |
159 cm |
168 cm |
|
|
Diagnosa medis |
Gastritis akut |
- |
- |
- |
|
|
Masalah kesehatan yang
pernah dialami |
- |
hipertensi |
- |
- |
|
|
Masalah kesehatan sekarang |
Gastritis akut |
Hipertensi |
- |
- |
|
|
Masalah kesehatan keluarga (turunan) |
- |
Jantung dan hipertensi
akut |
Hipertensi dan
gastritis akut |
Hipertensi dan
gastritis akut |
|
|
2.
|
TTV : |
|
|
|
|
|
Nadi |
85x/m |
85x/m |
90x/m |
95x/m |
|
|
Tekanan darah |
130/80 mmHg |
130/80 mmHg |
120/70 mmHg |
- |
|
|
Respirasi |
20x/m |
22x/m |
20x/m |
22x/m |
|
|
Suhu |
36,7 C |
36,8 C |
36,5 C |
36,8 C |
|
|
3.
|
CRT |
Normal |
Normal |
Normal |
Normal |
|
4.
|
Mata : |
Bentuk kedua mata semitris,
konjungtiva anemis, kelopak mata tidak
ada oedema, kornea tampak berwarna putih, kebersihan mata cukup bersih, dan
fungsi penglihatan mata cukup baik.. |
Bentuk kedua mata semitris, konjungtiva
tidak anemis, kelopak mata tidak ada oedema, kornea tampak berwarna putih,
kebersihan mata cukup bersih, dan fungsi penglihatan mata cukup baik.. |
Bentuk kedua mata semitris, konjungtiva tidak anemis,
kelopak mata tidak ada oedema, kornea tampak berwarna putih, kebersihan mata
cukup bersih, dan fungsi penglihatan mata cukup baik |
Bentuk kedua mata semitris, konjungtiva tidak anemis,
kelopak mata tidak ada oedema, kornea tampak brwarna putih, kebersihan mata
cukup bersih, dan fungsi penglihatan mata cukup baik |
|
5.
|
Telinga |
kedua telinga tampak semetris, kebersihan telinga cukup
bersih, tidak terdapat pus, dan fungsi pendengaran cukup baik |
kedua telinga tampak semetris, kebersihan telinga cukup
bersih, tidak terdapat pus, dan fungsi pendengaran cukup baik |
kedua telinga tampak semetris, kebersihan
telinga cukup bersih, tidak terdapat pus, dan fungsi pendengaran cukup baik. |
kedua telinga tampak
semetris, kebersihan telinga cukup bersih, tidak terdapat pus, dan fungsi
pendengaran cukup baik |
|
6.
|
Hidung |
kedua lubang hidung klien tampak semetris,
kebersihan hidung cukup bersih, tidak terdapat massa atau lesi pada hidung,
fungsi penciuman baik. |
kedua lubang hidung klien tampak semetris, kebersihan
hidung cukup bersih, tidak terdapat massa atau lesi pada hidung, fungsi
penciuman baik |
kedua lubang hidung klien tampak semetris, kebersihan
hidung cukup bersih, tidak terdapat massa atau lesi pada hidung, fungsi penciuman
baik. |
kedua lubang hidung klien tampak semetris, kebersihan
hidung cukup bersih, tidak terdapat massa atau lesi pada hidung, fungsi
penciuman baik. |
|
7.
|
Mulut : |
Bibir terlihat kering
dan sianosis atau pucat |
Bibir tidak terlihat
kering dan sianosis atau pucat |
Bibir tidak
terlihat kering dan sianosis atau pucat |
Bibir
tidak terlihat kering dan sianosis atau pucat |
|
8.
|
Kepala |
bentuk kepala tampak semetris, tidak ada
kelainan, warna rambut hitam dan ada bercampur uban, kebersihan kepala cukup
bersih, tidak ada benjolan dan trauma kepala. |
bentuk kepala tampak semetris, tidak ada
kelainan, warna rambut hitam dan ada bercampur uban, kebersihan kepala cukup
bersih, tidak ada benjolan dan trauma kepala. |
bentuk kepala tampak semetris, tidak ada kelainan, warna
rambut hitam dan ada bercampur uban, kebersihan kepala cukup bersih, tidak
ada benjolan dan trauma kepala |
bentuk kepala tampak semetris, tidak ada kelainan,
warna rambut hitam dan ada bercampur uban, kebersihan kepala cukup bersih,
tidak ada benjolan dan trauma kepala |
|
9.
|
Leher : |
Bentuk leher tidak ada kelainan, tidak ada pembesaran
kalenjar tiroid dan limfe dan tidak ada masalah dalam menelan |
Bentuk leher tidak ada kelainan, tidak ada
pembesaran kalenjar tiroid dan limfedan tidak ada masalah dalam menelan. |
Bentuk leher tidak ada kelainan, tidak ada pembesaran
kalenjar tiroid dan limfe dan tidak ada masalah dalam menelan |
Bentuk leher tidak ada kelainan, tidak ada pembesaran
kalenjar tiroid dan limfedan tidak ada masalah dalam menelan |
|
10. |
Dada |
bentuk dada tampak semitris, tidak terdapat
lesi, kebersihan dada cukup bersih,tidak terdapat massa. Pergerakan dada saat
inspirasi tampak semitris, suara jantung s1,s2 tunggal, dan tidak ada
tambahan bunyi nafas. Taktil premitus teraba semetris |
bentuk dada tampak semitris, tidak terdapat
lesi, kebersihan dada cukup bersih,tidak terdapat massa. Pergerakan dada saat
inspirasi tampak semitris, suara jantung s1,s2 tunggal, dan tidak ada
tambahan bunyi nafas. Taktil premitus teraba semetris |
bentuk dada tampak semitris, tidak terdapat
lesi, kebersihan dada cukup bersih,tidak terdapat massa. Pergerakan dada saat
inspirasi tampak semitris, suara jantung s1,s2 tunggal, dan tidak ada
tambahan bunyi nafas. Taktil premitus teraba semetris |
bentuk
dada tampak semitris, tidak terdapat lesi, kebersihan dada cukup bersih,tidak
terdapat massa. Pergerakan dada saat inspirasi tampak semitris, suara jantung
s1,s2 tunggal, dan tidak ada tambahan bunyi nafas. Taktil premitus teraba
semetris |
|
11. |
Abdomen |
pada pemeriksaan abdomen, bentuk abdomen
semitris tidak ada teraba massa didalam abdomen, dan terdapat nyeri teka skala 4, perkusi
abdomen terdengar timpani, dan paristaltik usus 10x/ menit |
pada pemeriksaan abdomen, bentuk abdomen
semitris tidak ada teraba massa didalam abdomen, dan tidak terdapat nyeri
teka, perkusi abdomen terdengar timpani, dan paristaltik usus 12x/ menit |
pada pemeriksaan abdomen, bentuk abdomen
semitris tidak ada teraba massa didalam abdomen, dan tidak terdapat nyeri
teka, perkusi abdomen terdengar timpani, dan paristaltik usus 15x/ menit |
pada
pemeriksaan abdomen, bentuk abdomen semitris tidak ada teraba massa didalam
abdomen, dan tidak terdapat nyeri teka, perkusi abdomen terdengar timpani,
dan paristaltik usus 12x/ menit |
|
12. |
Reprodoksi |
jenis kelamin laki-laki, klien memiliki 5
orang anak, klien BAB 1 kali sehari dan BAK, sekitar 4-5 x dalam sehari |
jenis kelamin perempuan, klien memiliki 5
orang anak, klien BAB 1 kali sehari dan BAK, sekitar 4-5 x dalam sehari |
jenis kelamin laki-laki, belum menikah, klien BAB 1
kali sehari dan BAK, sekitar 4-5 x dalam sehari |
jenis kelamin laki-laki, masih usia remaja dan
berstatus pelajar, klien BAB 1 kali sehari dan BAK, sekitar 4-5 x dalam
sehari |
|
13. |
Ekstrimita |
pada ekstrimitas atas dan bawah tampak semitris, tidak
ada keterbatasan gerak, tidak terdapat nyeri pada ekstrimitas atas dan bawah,
tidak terdapat oedema, tidak terjadi kelumpuhan, dari ke- 4 ekstriitas mampu
menggerakkan persendian, mampu mengangkat dan melipat persendian secara
sempurna |
pada ekstrimitas atas dan bawah tampak
semitris, tidak adaketerbatasan gerak, tidak terdapat nyeri pada ekstrimitas
atas dan bawah, tidak terdapat oedema, tidak teradi kelumpuhan, dari ke-4
ekstrimitas mampu menggerakkan persendian, mampu mengangkat dan melipat
persendian secara sempurna. |
pada ekstrimitas atas dan bawah tampak
semitris, tidak ada keterbatasan gerak, tidak terdapat nyeri pada ekstrimitas
atas dan bawah, tidak terdapat oedema, tidak terjadi kelumpuhan, dari ke-4
ekstriitas mampu menggerakkan persendian,mampu mengangkat dan melipat
persendian secara sempurna. |
pada
ekstrimitas atas dan bawah tampak semitris, tidak adaketerbatasan gerak,
tidak terdapat nyeri pada ekstrimitas atas dan bawah, tidak terdapat oedema,
tidak teradi kelumpuhan, dari ke-4 ekstrimitas mampu menggerakkan
persendian,mampu mengangkat dan melipat persendian secara sempurn |
C. KESEHATAN LINGKUNGAN
1.
Lingkungan
a.
Karakteristik
Rumah
Rumah permanen dan berlantai tehel,serta ada teras dan 3
buah kamar tidur, satu ruang tamu dan ruang TV, lantai cukup bersih, keluarga tidak ada
merasakan maslah dengan rumahnya. Status rumah milik sendiri dengan penerangan
listrik, ventilasi, dan jendalanya dibuka setiap hari, keluarga mengatakan tahu
dampak dari lingkungan yang kurang memenuhi syarat dan tahu keuntungan yang
didapat, membersihkan rumah satu kali sehari, sumber air minum dan memasak dari
sumur bor, dapur bersih dan untuk wc ada
didalam rumah dengan wc jongkok.
b.
Karakteristik
tetangga dan komunitas RW
Karakteristik
tetangga baik atau ramah dengan anggota keluarga disekitar, kebiasaan
masyarakat dimana keluarga tinggal yaitu saling mengunjungi satu sama lain.
c.
Mobilitas
Geografis Keluarga
Status
kepemilikan rumah adalah milik sendiri, dan keluarga Tn. KR menempati rumah
selama 8 tahun.
d.
Perkumpulan
Keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Keluarga
mengikuti pengajian atau selamatan bila ada yang mengadakan, dan melayat kalau
ada orang yang meninggal.
e.
System
Pendukung Keluarga
Jumlah
anggota keluarga yang sehat ada 3 dan biasa membantu pasien ketika ada masalah
dalam kebutuhan sehari-hari pasien.
2. Struktur Keluarga
a.
Pola
Komunikasi Keluarga
Komunikasi
dilakukan setiap hari, baik siang hari maupun malam hari, bahasa yang digunakan
dalam komunikasi adalah bahasa indonesia , komunikasi dalam keluarga ini tidak
ada dalam masalah.
b.
Struktur
Kekuatan Keluarga
Pada
keluarga Tn. KR dalam pengambilan keputusan setiap ada permasalahan dalam
keluarga pemecahannya selalu secara musyawarah.
c.
Struktur
Peran (Formal dan Informal)
Dalam
keluarga Tn. KR berperan sebagai kepala keluarga dan Bertanggungjawab dalam
memenuhi kebutuhan keluarga dan Ny. P sebagai Istri yang mengatur kebutuhan
rumah tangga sehari- hari serta AN D turut membantu kedua orang tuanya dalam
memenuhi kebutuhan keluarga sedangkan A n. A masih berstatus sebagai pelajar.
d.
Nilai dan
Norma Keluarga
Kelurga
mengatakan mereka selalu berusaha untuk menyempatkan diri mengobrol, sarapan
dan makan malam bersama-sama, membudayakan cuci tangan sebelum makan, dan norma
keluarga yang dianut adalah norma agama islam dan adat istiadat muna.
3. Fungsi Keluarga
a.
Fungsi
Afektif
Keluarga
klien saling memberikan perhatian dan kasih sayang, klien selalau mendukung
anggota keluarga apa yang dilakukan selama dalam batas kewajaran dan tidak
melanggar etika dan sopan santun. Diterapkan demokrasi dalam mengatasi masalah
keluarga.
b.
Fungsi
Sosial
Hubungan
antar anggota keluarga cukup harmonis saling membutuhkan antara anggota
keluarga dengan warga sekitar juga cukup harmonis, karena Tn. KR sering
bergabung dengan anggota masyarakat sekitar dalam kegiatan gotong royong maupun
kegiatan sosial lainya.
c.
Fungsi
pemenuhan Perawatan Kesehatan
1)
Mengenal
masalah kesehatan
Keluarga
mengatakan:
a)
Penyakit
yang diderita TN KR adalah maag akut
b)
Ketika
ditanya tentang penyakit maag keluaga tidak dapat menyebutkan dan tidak
mengetahui apa penyebabnya serta hal yang memperburuk keadaannya.
c)
Tn KR
mengatakan sering mengeluh sakit perut,mual kadang-kadang disertai muntah dan
penyakit ini sering kambuh.
d)
Klien
mengatakan cemas dengan sakit yang di deritanya saat ini
e)
Mengambil
keputusan mengenai tindakan kesehatan
2)
Keluarga Tn
KR mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan biasanya dilakukan dengan
bermusyawarah antara keluarga. Karena itu Tn KR di bawa puskesmas atau mantri
apabila obatnya habis.
Keluarga mengatakan:
a)
Keluarga Tn.
KR mengatakan cukup mengerti tentang status kesehatan
b)
Anggota keluarga
cukup peka terhadap keluarga yang sakit, namun kadang-kadang masalah kesehatan
tersebut dianggap sepele atau tidak begitu diperhatikan secara lebih lanjut.
c)
Keluarga
tetap berusaha agar penyakit yang diderita cepat sembuh,dan selalu mencari
solusi jika keluarga sakit
d)
Keluarga
sedikit takut dengan kemungkinan penyakit yang diderita salah satu anggota
keluarganya
e)
keluarga
sering membawa anggota keluarganya yang mengalami maag berobat kebalai
kesehatan atau Puskesmas
f)
Keluarga
kurang mendapat informasi yang tepat mengenai tindakan yang dilakukan jika
masalah kesehatan muncul dalam keluarga
3)
Kemampuan
merawat anggota keluarga yang sakit
a)
Pengatahuan
keluarga mengenai penyakit terbatas secara perawatan, pencegahan komplikasi
dll.
b)
Setiap
anggota keluarga mengerti fungsi dan tanggung jawab masing-masing anggota
keluarga, dan hubungan antara anggota keluarga, dan hubungan antara anggota
keluarga dengan masyarakat terjalin baik.
c)
Keluarga
memberikan perhatian, kasih sayang dan supportagar dapat membantu proses
penyembuhan.
4)
Kemampuan
keluarga memelihara (memodifkasi lingkungan rumah sehat)
Upaya untuk mencegah penyakit lebih banyak atau tambah
parah dengan cara membersihkan lingkungan setiap hari dengan cara menyapu satu
kali sehari dan mengepel lantai kalau ada kotorandan keadaan jendela selalu
terbuka pada siang hari.
5)
Kemampuan mnggunakan fasilitas pelayanan
kesehatan
Keluarga Tn. H tidak mnggunakan fasilitas kesehatan dir
amah seperti persediaan obat-obatan di rumah.
d.
Fungsi
Reproduksi
Tn.KR Sudah
memiliki anak 4 orang,sekarang TN KR sudah masuk usia lanjut dan fungsi sistem
reproduksinya sudah menurun.
e.
Fungsi
Ekonomi
Keluarga cukup
mampu memenuhi kebutuhan sandang, pengan, dan papan dari pendapatan yang
diterima perbulan dari penghasilannya sebagai petani dan dibantu oleh anaknya
yg sudah bekerja, tetapi belum mampu menyisihkan pendapatannya untuk menabung.
D. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
1.
Tahap
Perkembangan Keluarga Saat ini
Tahap
perkembangan keluarga saat ini adalah keluarga dengan masa pensiun dan lansia
dimana anak tertua,kedua dan ketiga sudah berkeluarga dan sudah mempunyai anak.
2.
Tahap
Perkembangan Keluarga Yang Belum Tercapai
Perkembangan
dari keluarga bpk KR dengan anak dan istri sudah terpenuhi dan kebutuhan
keuangan keluarga pasien sudah terpenuhi dengan semestinya.
3.
Riwayat
kesehatan keluaga inti
Tn.KR saat ini menderita penyakit maag (gastritis akut),
Tn. KR mengatakan sudah menderita penyakit maag sekitar 3 tahun lalu dan sampai
sekarang belum sembuh. Tn KR mengatakan sering dibawa ke tenaga kesehatan untuk
berobat, keadaan Tn. KR sekarang tidak dapat terlambat makan karena nyeri pada
ulu hati. Tn. KR mengatakan makan pagi jarang dan sering minum kopi ketika pagi
hari dan di selingi dengan merokok.
4.
Riwayat
keluarga kesehatan sebelumnya
Didalam
keluarga Tn. KR, ada yang, yang mempunyai penyakit keturunan istri Tn KR pernah
seperti DIABETES dan HIPERTENSI.
E. Status ekonomi keluarga
Pendapatan keluarga dalam satu bulan antara
Rp. 500.000 – 2.000.000, diperoleh dari hasil kebun singkongdan janggung,
penghasilan tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,biaya sekolah dan
jajan anak serta biaya untuk berobat ke bidan/ mantri
F. KOPING KELUARGA
1.
Stresor
Jangka Pendek dan panjang
Selama satu tahun lebih Tn KR selalu memikirkan masalah
kesehatannya yang tak sembuh-sembuh dan selalu muncul.
2.
Kemampuan
keluarga berespon terhadap situasi/stressor
Jika ada dalam keluarga yang mengalami sakit maka Tn. KR
berusaha untuk mengobatinya.
3.
Strategi koping yang digunakan
Jika dalam keluarga mengalami permasalahan maka Tn.KR
selalu memusyawarahkan dengan anggota keluarganya.
4.
Strategi
adaptasi disfungsional
Keluarga Tn. KR dalam menyelesaikan masalah rumah
tangganya biasanya diselsaikan secar bersama-sama dengan istri dan anak
-anaknya.
G. Aktivitas Rekreasi Keluarga
Yang dilakukan keluarga dalam waktu senggang
adalah bersantai di rumah dan kumpul dengan anak dan istri,keluarga jarang
sekali pergi ke tempat rekreasi secara bersama-sama,keluarga lebih sering jalan
ke kebun,menonton tv dan mengobrol dengan tetangga sekeliling rumah,kebiasaan
berkumpul keluarga lebih sering pada malam hari
H. Harapan Keluarga Terhadap Petugas Kesehatan
Harapan keluarga
terhadap petugas kesehatan yang ada agar petugas dapat membantu masalah,
khususnya dalam masalah kesehatan yang ada saat ini.
II.
ANALISA DATA
Nama :
Tn.KR
Diagnose : gastritis Akut
Umur :
60
tahun
|
No |
Data |
Etiologi |
Problem |
|
1 |
Ds : klien
mengatakan nyeri ulu hati Do: klien
nampak meringis P :
peningkatan mukosa lambung Q :
tertusuk-tusuk R : ulu hati S : skala 4 T : sering terjadi |
Infeksi mukaosa lambung Gangguan difusi barier mukosa Peningkatan asam lambung Iritasi mukosa lambung Peradangan mukosa lambung Nyeri |
Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan
mukosa lambung |
|
2 |
Ds : klien
mengatakan mual muntah sudah 9 kkali dalam sehari Do : klien
nampak pucat TTV : TD : 130/80 mmHg N : 85x/menit P : 20 x/menit S : 36,7 ˚C |
Hipotalamus Aktivitas lambung meningkat Kontaksi otot lambung Anoreksia Mual & muntah Masuknya cairan yang tidak adekuat Resiko kekurangan cairan volumee cairan |
Resiko ketidakseimbangan elektrolit berhubungan
dengan mual muntah yang berlebihan |
|
3 |
Ds :
klien mengatakan lemas /fatiuque Do : klien
nampak tidak bergerak /loyo |
Hiperemis Kehilangan fungsi kelenjar fundus Faktor inttrinsik Penurunan absorpsi vitamin B12 Penurunan volume darah merah Penurunan suplai O2 Kelemahan fisik Intoleransi aktivitas |
intoleransi
aktivitas berhubungan dengan imobilitas fisik |
III.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.
[domain : 12
kenyamanan.,kelas: 1 kenyamanan fisik., kode : 00132] nyeri akut berhubungan
dengan peningkatan mukosa lambung
2.
[Domain : 2
nutrisi., kelas : 5 dehidrasi., kode :00195] Resiko
ketidakseimbangan elektrolit berhubungan dengan mual muntah yang berlebihan
3.
[Domain; 4
aktivitas/istrhat., kelas 4: respons krdiovaskuler/pulmonal] intoleransi aktivitas
berhubungan dengan imobilitas fisik
IV.
INTERVENSI KEPERAWATAN
Nama :
Tn.KR
Diagnose : gastritis akut
Umur : 60 tahun
No register :
|
No |
Diagnose
keperawatan |
Tujuan&Kriteriahasil
( NOC ) |
Intervensi
(NIC ) |
|
1 |
Domain : 2
kenyamanan Kelas : 1
kenyamanan fisik Kode : 00132 Nyeri akut
berhubungan dengan peningkatan mukosa lambung Ds : klien
mengatakan nyeri ulu hati Do: klien
nampak meringis P :
peningkatan mukosa lambung Q :
tertusuk-tusuk R : ulu hati S : skala 6 T : sering terjadi |
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam/menit : Kontrol nyeri (1605) (skala
1:berat,2 : cukup berat, 3: sedang,4: ringan ,5: tidak ada) Dengan
kriteria hasil : a.
Nyeri (dari skala 3 menjadi 5) b.
Cemas ( dari skala 3 menjadi 4) c.
Meringis ( dari skala 3 menjadi ) |
Intervensi keperawatan Pemberian analgesik (2210) Aktivitas-aktivitas 1.
Tentukan lokasi
karakteristik,kualitas dan keparahan nyeri sebelum mengobati pasien 2.
Cek adanya riwayat alergi 3.
Pilih analgetik dosis dan
keterlibatan pasien 4.
Observasi tingkatan nyeri klien |
|
2 |
Domain : 12 kenyamanan Kelas : 1 kenyamanan
fisik. Kode : 00132 Resiko
ketidakseimbangan elektrolit berhubungan dengan mual muntah yang berlebihan Ds : klien
mengatakan mual muntah sudah 9 kkali dalam sehari Do : klien
nampak pucat TTV : TD : 130/80 mmHg N : 85x/menit P : 20 x/menit S : 36,7 ˚C |
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam/menit : Mual dan muntah efek yang mengganggu (2106)Dengan skala (1:parah,2: banyak,3:cukup,4:sedikit,dan 5:tidak ada) Dengankriteriahasil: a.
Intoleransi bau (skala 4 menjadi 5) b.
Perubahan status nutrisi (skala
3 menjadi 4) c.
Penurunan beratbadan (skala 3 menjadi 4) a.
Tidur terganggu (skala 3 menjadi 5) |
Intervensi keperawatan Manajemen mual (1450) Aktivitas-aktivitas
: 1.
Observasi tanda tanda nonverbal dan ketidaknyamanan 2.
Dapatkan riwayat diet pasienseperti (makanan) yang disukai dan tidak sukai 3.
Ajari menggunakan teknik nonfarmakologi |
|
3 |
Domain : 4
aktivitas/istrahat Kelas : 4
respons kardiovaskuler/pulmonal Kode : 00092 intoleransi
aktivitas berhubungan dengan imobilitas fisik Ds : klien mengatakan lemas /fatiuque Do : klien
nampak tidak bergerak /loyo |
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 1x24 jam/menit: Tingkat kelelahan
(0007)Dengan skala (1:parah,2:
banyak,3:cukup,4:sedikit,dan 5:tidak ada) Dengan kriteria hasil : a.
Kelelahan ( dari skala 2 menjadi ) b.
Kelesuan (dari skala 3 menjadi 5) c.
Kehilangan selera makan ( dari
skala 2 menjadi 5) |
Intervensi
keperawatan Terapi latihan ambulasi ( 0221) Aktivitas-aktivitasnya 1.
Bantu pasien untuk menggunakan
alas kaki 2.
Bantu psien untuk berpindah 3.
Dorong ambulasi independen |
V.
IMPLEMENTASI
Nama : Tn.KR
Diagnose : gastritis akut
Umur : 60 tahun
No register :
|
Diagnosa keperawatan |
Implementai |
Evaluasi |
|
|
Jam |
Tanggal : 03 februari 2021 |
Hari/tanggal
: 06 februari 2021 Jam : 06.30 |
|
|
Kelas : 1
kenyamanan fisik Kode : 00132 Nyeri akut
berhubungan dengan peningkatan mukosa lambung |
18.00 18.15 18.45 |
1.
Menentukan lokasi
karakteristik,kualitas dan keparahan nyeri sebelum mengobati pasien Hasil :lokasi
nyeri klien yaitu di Ulu Hati klien 2.
Mengecek adanya riwayat alergi Hasil : klien
tidak memiliki alergi obat apapun 3.
Memilih analgetik dosis dan
keterlibatan pasien Hasil : obat
analgetik yang diberikan yaitu ranitidine 4.
Mengobservasi skala nyeri klien Hasil : skala
nyeri klien yaitu 6 |
S : klien
mengatakan nyeri yang dirasakan berkurang O : pasien
tidak nampak meringis TTV TD : 130/80 mmHg N : 80x/menit P : 20 x/menit S : 36,7 ˚C |
|
Domain : 12 kenyamanan Kelas : 1 kenyamanan fisik. Kode : 00132 Resiko
ketidakseimbangan elektrolit berhubungan dengan mual muntah yang berlebihan |
18.50 18.58 19.05 |
1.
Mengobservasi tanda tanda nonverbal dan ketidaknyamanan Hasil : klien
mengalami mual & muntah akibat peningkatan mukosa lambung 2.
Mendapatkan riwayat diet pasienseperti (makanan) yang disukai dan tidak sukai Hasil : klien
tidakk memiliki diet apapun 3.
Mengajari menggunakan teknik nonfarmakologi Hasil : teknik
nonfarmakologi yang diberikan yaitu klien dapat mencium bebauan yang disukai |
S : klien
mengatakan tidak lagi mual & muntah O : klien nampak
tidak lemas |
|
Domain : 4
aktivitas/istrahat Kelas : 4
respons kardiovaskuler/pulmonal Kode : 00092 intoleransi
aktivitas berhubungan dengan imobilitas fisik |
19.20 19.25 19.35 |
1.
Membantu pasien untuk menggunakan
alas kaki Hasil : klien
menggunakan alas kaki yang baik 2.
Membantu psien untuk berpindah Hasil : klien
dapat berpindah sendiri 3.
Mendorong ambulasi independen Hasil : klien
belum bisa bergerak secara berlebihan |
S : klien mengatakan
sudah bisa beraktivitas O : klien
nampak tidak kesulitas dalam melakukan kegiatan |
VI.
EVALUASI
Nama : Ny.I
Diagnose : gastritis
Umur : 28 tahun
No register :
|
Diagnosa keperawatan |
Jam /tanggal |
Evaluasi |
|
Kelas : 1
kenyamanan fisik Kode : 00132 Nyeri akut
berhubungan dengan peningkatan mukosa lambung |
06.30 06 november
2020 |
S : klien
mengatakan nyeri yang dirasakan berkurang O : pasien
tidak nampak meringis TTV TD : 130/80 mmHg N : 80x/menit P : 20 x/menit S
: 36,7 ˚C A : masalah teratasi P : klien
pulang intervensi dihentikan |
|
Domain : 12 kenyamanan Kelas : 1 kenyamanan
fisik. Kode : 00132 Resiko
ketidakseimbangan elektrolit berhubungan dengan mual muntah yang berlebihan |
06.40 06 november
2020 |
S : klien
mengatakan tidak lagi mual & muntah O : klien nampak
tidak lemas A : masalah
teratasi P : klien
pulang intervensi dihentikan |
|
Domain : 4
aktivitas/istrahat Kelas : 4
respons kardiovaskuler/pulmonal Kode : 00092 intoleransi
aktivitas berhubungan dengan imobilitas fisik |
06.49 06 november
2020 |
S : klien
mengatakan sudah bisa beraktivitas O : klien
nampak tidak kesulitas dalam melakukan kegiatan A : masalah teratasi P : klien
pulang intervensi dihentikan |
BAB IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Gastritis akut adalah
suatu peradangan permukaan mukosa lambung yang akut. Gatritis Akut paling
sering diakibatkan oleh kesalahan diri, mis. makan terlalu banyak, terlalu
cepat, makan makanan yang terlalu banyak bumbu atau makanan yang terinfeksi.
Penyebab lain termasuk alcohol, aspirin, refluks empedu atau terapi radiasi.
Penyebab dari gastritis menurut Herlan tahun 2001 yaitu asupan alkohol
berlebihan (20%), merokok (5%), makanan berbumbu (15%), obatobatan (18%) dan
terapi radiasi (2%), sedangkan menurut Hasna dan Hurih tahun 2009 gastritis
bisa juga disebabkan karena, infeksi bakteri, stress, penyakit autoimun,
radiasi dan Chron’s Disease
B.
saran
Penulis menyadari bahwa
makalah di atas masih banyak kekurangan baik dari segi materi maupun penyusunan.
Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik serta saran dari pembaca
agar kedepannya bisa lebih baik lagi dalam pembuatan makalah. Semoga makalah
yang di buat ini memberi banyak manfaat bagi pembaca dan penulis.
DAFTAR PUSTAKA
1. Ndruru RK, Sitorus S, Barus N. Gambaran
Diagnostik dan Penatalaksanaan Gastritis Rawat Inap BPJS di RSU Royal Prima
Medan Tahun 2017. J Kedokt dan Kesehat. 2019;15(2):209.
2. Khanza N, Isnandari N, Lestari OP, Ariyati R. ASUHAN
KEPERAWATAN PASIEN DENGAN GASTRITIS. Kemamp Koneksi Mat (Tinjauan Terhadap
Pendekatan Pembelajaran Savi). 2019;53(9):1689–99.
3. Mahmuda S. Asuhan Keperawatan Pada Ny. S dan Ny. M Gastritis
Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut Di Ruang Melati RSUD dr. Haryoto
Lumajang. Repos Univeritas Jember. 2018;1–66.
4. Eka Novitayanti. Identifikasi Kejadian Gastritis Pada Siswa
Smu Muhammadyah 3 Masaran. Infokes J Ilm Rekam Medis dan Inform Kesehat. 2020;10(1):18–22.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar