Senin, 08 Februari 2021

KEPERAWATAN KELUARGA

  1.  

 

ASUHAN KEPERAWAT KELUARGA  DENGAN

MASALAH GASTRITIS AKUT

 


 

OLEH:

Tini Wahiyuni

S.0017.P.038

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

STIKES KARYA KESEHATAN

KENDARI

2021

 

 


 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha kuasa karena telah memberikan kesempatan pada penulis untuk menyelesaikan makalah ini. Atas rahmat dan hidayah-Nya lah penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ Asuhan keperawatan keluarga Dengan masalah gastritis akut “ tepat waktu.
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas yang diberikan oleh ibu Diah Indriastuti S.Kep.,Ns.M.Kep   pada Mata kuliah Keperawatan keluarga. Selain itu, penulis juga berharap agar makalah ini dapat menambah wawasan bagi pembaca tentang Asuhan keperawatan keluarga Dengan masalah gastritis akut .

Penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada ibu Diah Indriastuti S.Kep.,Ns.M.Kep   selaku dosen mata kuliah keperawatan keluarga. Tugas yang telah diberikan ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan terkait bidang yang ditekuni penulis. Penulis juga mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu proses penyusunan makalah ini.

Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan penulis terima demi kesempurnaan makalah ini.

                                                                                    Kendari, 05 februari 2021

 

 

 

 

DAFTAR ISI

Contents

KATA PENGANTAR.. i

DAFTAR ISI ii

BAB I iv

PENDAHULUAN.. iv

A.     Latar belakang. iv

B.     Rumusan masalah. v

C.    Tujuan. v

BAB I 1

KONSEP MEDIS.. 1

A.     Definisi 1

B.     Etiologi 1

C.    Manifestasi klinik. 1

D.    Patofisiologi 2

E.     Pathway. 2

F.     Pemeriksaan Diagnostik. 3

G.    Penatalaksanaan. 3

BAB III 4

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA.. 4

I.       PENGKAJIAN KELUARGA.. 4

A.     Data Umum & Kondisi Kesehatan Keluarga. 4

B.     Pengkajian Individu. 6

C.    Kesehatan Lingkungan. 10

D.     Riwayat Dan Tahap Perkembangan Keluarga. 13

E.     Status  Ekonomi Keluarga. 14

F.      Koping Keluarga. 14

G.     Aktivitas Rekreasi Keluarga. 15

H.    Harapan Keluarga Terhadap Petugas Kesehatan. 15

II.      ANALISA DATA.. 15

III.    DIAGNOSA KEPERAWATAN.. 16

IV.    INTERVENSI KEPERAWATAN.. 17

V.     IMPLEMENTASI 20

VI.         EVALUASI 22

BAB IV.. 24

PENUTUP.. 24

A.     Kesimpulan. 24

B.     saran. 24

DAFTAR PUSTAKA.. 25

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.   Latar belakang.

Gastritis ialah suatu inflamasi yang mengenai daerah dinding lambung terutama pada mukosa gaster. Gastritis dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti oleh karena infeksi H.pylori, kebiasaan makan makanan yang pedas, asam, minuman iritatif (seperti soda), serta konsumsi kopi, alcohol, stress emosional, obat – obatan seperti NSAID, dan juga dapat disebabkan oleh karena imunitas.(1)

Penyebab dari gastritis menurut Herlan tahun 2001 yaitu asupan alkohol berlebihan (20%), merokok (5%), makanan berbumbu (15%), obat-obatan (18%) dan terapi radiasi (2%), sedangkan menurut Hasna dan Hurih tahun 2009 gastritis bisa juga disebabkan karena, infeksi bakteri, stress, penyakit autoimun, radiasi dan Chron’s Disease.(2)

Menurut WHO, insiden gastritis di dunia sekitar 1,8-2,1 juta dari jumlah

penduduk setiap tahunnya, di Inggris (22%), China (31%), Jepang (14,5%), Kanada (35%), dan Perancis (29,5%). Di Asia Tenggara sekitar 583.635 dari jumlah penduduk setiap tahunnya. Gastritis biasanya dianggap sebagai suatu hal yang remeh namun gastritis merupakan awal dari sebuah penyakit yang dapat menyusahkan seseorang. Presentase dari angka kejadian gastritis di Indonesia menurut WHO adalah 40,8% dan angka kejadian gastritis di beberapa daerah di Indonesia cukup tinggi dengan prevalensi 274.396 kasus dari 238.452.952 jiwa penduduk.(3)

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh World Health Organization (WHO), didapati kejadian gastritis di beberapa negara seperti, Inggris 22 %, China 31 %, Jepang 14,5 %, Kanada 35 % dan Perancis 29,5. Sedangkan, untuk di Asia Tenggara gastritis mencapai angka sekitar 583.635 kasus dari jumlah penduduk setiap tahunnya2. (1)

Data dari Kemenkes RI mendapati bahwa Indonesia menempati urutan keempat sebagai negara dengan kasus gastritis tertinggi setelah Amerika, Inggris, dan Bangladesh, serta merupakan penyakit yang menempati posisi kelima dari sepuluh besar penyakit pasien rawat inap dan posisi keenam dalam urutan penyakit pasien rawat jalan di rumah sakit.(1)

Berdasarkan profil kesehatan Indonesia tahun 2011, gastritis merupakan salah satu dari 10 penyakit terbanyak pada klien inap di rumah sakit di Indonesia dengan jumlah 30.154 kasus (4,9%) (Depkes, 2012). Di Jawa Timur pada tahun 2011 prevalensi gastritis mencapai 44,5% yaitu dengan jumlah 58.116 kejadian.(3)

B.   Rumusan masalah.

1.    Apa yang dimaksud dengan gastritis akut?

2.    Jelakan etiologi gastritis akut?

3.    Bagamaina manifestasi klinik gastritis akut?

4.    Jelaskan patofisiologi gastritis akut?

5.    Bagaimana pemeriksaan penunjang gasstritis akut?

6.    Bagaimana tatalaksana dari gastritis akut?

7.    Asuhan keperawatan pada pasien gastritis akut?

C.   Tujuan

            Untuk mengetahui konsep dasar dan konsep Asuhan keperawatan gastritis akut!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB I

KONSEP MEDIS

A.   Definisi

Gastritis akut merupakan inflamasi akut dari didinding lambung terbatas pada mukosanya, sedangkan gastritis kronis inflamasi kronik terjadi dalam waktu yang lama pada permukaan lambung . Gastritis merupakan inflamasi pada mukosa lambung yang diakibatkan karena pola makan, yang ditandai dengan nyeri perut.(4)

Gastritis akut merupakan penyakit yang sering ditemukan, biasanya bersifat jinak dan sembuh sempurna. Gastritis akut terjadi akibat respons mukosa lambung terhadap berbagai iritan lokal. Inflamasi akut mukosa lambung pada sebagian besar kasus merupakan penyakit yang ringan.(3)

Gastritis akut adalah suatu peradangan permukaan mukosa lambung yang akut. Gatritis Akut paling sering diakibatkan oleh kesalahan diri, mis. makan terlalu banyak, terlalu cepat, makan makanan yang terlalu banyak bumbu atau makanan yang terinfeksi. Penyebab lain termasuk alcohol, aspirin, refluks empedu atau terapi radiasi.(2)

B.   Etiologi

Gatritis akut disebabkan oleh faktor interna (kondisi pemicu yang menyebabkan pengeluaran asam lambung berlebihan) maupin faktor eksterna(menyebabkan iritasi dan infeksi):

1.  Faktor dari luar : makanan, diet yang salah, makanan banyak, terlalu cepat, makanan berbumbu yang dapat merusak mukosa lambung, seperti rempah- rempah, alkohol, kopi, stres. Obat obatan digitalis, iodium, kortison, analgesik, anti inflamasi, bahan alkali yang kuat (soda).

2.  Faktor dari dalam: toxin, bakteri yang beredar dalam darah misal morbili, difteri, variola. Infeksi pirogen langsung pada dinding lambung seperti streptococus, stapilococcus.(4)

C.   Manifestasi klinik

1.     Anorexia

2.    Mual dan muntah

3.    Nyeri epigastrium

4.    Perdarahan saluran cerna pada hematemesis melena

5.    Anemia(4)

D.   Patofisiologi

Zat iritasi yang masuk ke dalam lambung akan mengiitasi mukosa lambung. Jika mukosa lambung teriritasi ada 2 hal yang akan terjadi :

1.    Karena terjadi iritasi mukosa lambung sebagai kompensasi lambung. Lambung akan meningkat sekresi mukosa yang berupa HCO3, di lambung HCO3 akan berikatan dengan NaCL sehingga menghasilkan HCI dan NaCO3.Hasil dari penyawaan tersebut akan meningkatkan asam lambung. Jika asam lambung meningkat maka akan meningkatkan mual muntah, maka akan terjadi gangguan nutrisi cairan & elektrolit.

2.    Iritasi mukosa lambung akan menyebabkan mukosa inflamasi, jika mukus yang dihasilkan dapat melindungi mukosa lambung dari kerusakan HCL maka akan terjadi hemostatis dan akhirnya akan terjadi penyembuhan tetapi jika mukus gagal melindungi mukosa lambung maka akan terjadi erosi pada mukosa lambung. Jika erosi ini terjadi dan sampai pada lapisan pembuluh darah maka akan terjadi perdarahan yang akan menyebabkan nyeri dan hypovolemik.(2)

E.   Pathway

F.    Pemeriksaan Diagnostik

1.    Pemeriksaan Diagnostik menurut Abidin dkk (2014) :

a.    Darah rutin.

b.    Untuk mengetahui infeksi Helicobacter pylori: pemeriksaan Urea breath test dan feses.

c.    Rontgen dengan barium enema.

d.    Endoskopi.

2.    Pemeriksaan Diagnostik menurut Nuari (2015):

a.    Pemeriksaan darah: Tes ini digunakan untuk memeriksa adanya antibodi H. Pylori dalam darah.

b.    Pemeriksaan feces : Tes ini memeriksa apakah terdapat H. Pylori dalam feces atau tidak.

c.    Endoskopi saluran cerna bagian atas : Dengan tes ini dapat terlihat adanya ketidaknormalan pada slauran cerna bagian atas yang mungkin tidak terlihat dari sinar-X.

d.    Rontgen saluran cerna bagian atas :  Tes ini akan melihat adanya tanda-tanda gastritis atau penyakit pencernaan lainnya(3)

G.   Penatalaksanaan

Mukosa lambung mampu memperbaiki dirinya sendiri setelah episode gastritis. Biasanya, pasien pulih dalam 1 hari, meskipun nafsu makan mungkin hilang selama 2 atau 3 hari. Pasien tidak boleh mengkonsumsi alkohol dan makan sampai gejala reda. Kemudian diet pasien dapat dilanjutkan menjadi diet noniritatif. Jika gejala menetap, cairan intravena mungkin diperlukan. Jika perdarahan terus terjadi, penatalaksanaannya serupa dengan penatalaksanaan untuk hemoragi saluran GI atas.

Jika gastritis disebabkan oleh menelan asam atau alkali yang kuat, encerkan dan netralkan asam dengan antasid yang umum (mis, aluminum hidroksida); netralkan alkali dengan jus lemon encer atau cuka encer. Jika korosi luas atau berat, hindari emetik dan lavase karena terdapat bahaya perforasi. Terapi suportif dapat mencakup intubasi nasogastrik, agens analgesik dan sedatif, antasid, dan cairan IV. Endoskopi fiberoptik mungkin diperlukan; pembedahan darurat mungkin diperlukan untuk mengangkat jaringan gangren atau jaringan yang mengalami.(3)


BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

      I.        PENGKAJIAN KELUARGA

A.   DATA UMUM & KONDISI KESEHATAN KELUARGA

Puskesmas

:

Wundulako

Alamat

:

Jl.bendungan

Hari/Tanggal Pengkajian

:

05-022021

Nama KK

:

Tn. KR

Usia

: 

60 thn

Pendidikan

:

SLTA

Pekerjaan

:

Petani

 

 

 

 

 

1.     Komposisi Keluarga                          :

No

Nama                                                                                                      Anggota Keluarga

Hub. Keluarga

L/P

Umur (th)

Pendidikan

Agama

Suku

Pekerjaan

Imunisasi (L/TL)

KB

Alat bantu, ptotesa

Keadaan umum (sehat/tidak sehat)

Riwayat penyakit & alergi

1.

Tn. KR

Suami

L

60 th

SLTA

islam

muna

Petani

TL

-

-

Sehat

Tdk ada

2.

Ny.PN

Istri

P

58 th

SMP

islam

mekongga

IRT

TL

-

-

Sehat

Tdk ada

3.

An.DP

Anak

P

20 th

mahasiswa

islam

muna

Mahasiswa

L

-

-

Sehat

Tdk ada

4.

An.AS

Anak

L

15 th

Smp

islam

muna

Pelajar

L

-

-

Sehat

Tdk ada

 

 

 

 

2.     Jarak Untuk Mencapai Pelayanan Kesehatan Terdekat

Fasilitas Kesehatan

 

Jarak

 

Cara tempuh

1.    Puskesmas

:

3 km

 

1.    Jalan kaki

:

-

2.    Puskesmas Pembantu

:

-

 

2.    Sepeda

:

-

3.    Posyandu

:

100m

 

3.    Motor roda 2

:

 Ya

4.    Lain-lain, Bidan swasta

:

30m

 

4.    Motor roda 4

:

-

 

 

 

 

5.    Perahu

:

-

3.    Genogram (3 generasi)

 

 

Keterangan :

               :  Perempuan

               :  Laki-laki

               :  Meningg

4.    Tipe Keluarga

Keluarga bpk KR adalah keluarga tradisionan yaitu keluarga inti (nuclear Family )yang terdiri dari ayah,ibu dan ana


 

B.   PENGKAJIAN INDIVIDU

No

Data

Tn, KR

Ny.PN

An.DP

An.AS

1.     

Keadaan umum

Lemas dan pucat dan sulit beraktifitas

Sehat

sehat

Sehat

Penampilan

Bersih

Bersih dan rapih

Bersih dan rapih

Bersih dan rapih

BB

85 kg

62 kg

69 kg

55 kg

TB

165 cm

143 cm

159 cm

168 cm

Diagnosa medis

Gastritis akut

-

-

-

Masalah kesehatan yang pernah dialami

-

hipertensi

-

-

Masalah kesehatan sekarang      

Gastritis akut

Hipertensi

-

-

Masalah kesehatan keluarga (turunan)

-

Jantung dan hipertensi akut

Hipertensi dan gastritis akut

Hipertensi dan gastritis akut

2.     

TTV :

 

 

 

 

Nadi

85x/m

85x/m  

90x/m

95x/m

Tekanan darah

130/80 mmHg

130/80 mmHg

120/70 mmHg

-

Respirasi

20x/m

22x/m

20x/m 

22x/m

Suhu

36,7 C

36,8 C

36,5 C

36,8 C

3.     

CRT

Normal

Normal

Normal

Normal

4.     

Mata :

Bentuk kedua mata semitris, konjungtiva  anemis, kelopak mata tidak ada oedema, kornea tampak berwarna putih, kebersihan mata cukup bersih, dan fungsi penglihatan mata cukup baik..

 

Bentuk kedua mata semitris, konjungtiva tidak anemis, kelopak mata tidak ada oedema, kornea tampak berwarna putih, kebersihan mata cukup bersih, dan fungsi penglihatan mata cukup baik..

 

Bentuk kedua mata semitris, konjungtiva tidak anemis, kelopak mata tidak ada oedema, kornea tampak berwarna putih, kebersihan mata cukup bersih, dan fungsi penglihatan mata cukup baik

Bentuk kedua mata semitris, konjungtiva tidak anemis, kelopak mata tidak ada oedema, kornea tampak brwarna putih, kebersihan mata cukup bersih, dan fungsi penglihatan mata cukup baik

5.     

Telinga

kedua telinga tampak semetris, kebersihan telinga cukup bersih, tidak terdapat pus, dan fungsi pendengaran cukup baik

kedua telinga tampak semetris, kebersihan telinga cukup bersih, tidak terdapat pus, dan fungsi pendengaran cukup baik

kedua telinga tampak semetris, kebersihan telinga cukup bersih, tidak terdapat pus, dan fungsi pendengaran cukup baik.

 

kedua telinga tampak semetris, kebersihan telinga cukup bersih, tidak terdapat pus, dan fungsi pendengaran cukup baik

6.     

Hidung

kedua lubang hidung klien tampak semetris, kebersihan hidung cukup bersih, tidak terdapat massa atau lesi pada hidung, fungsi penciuman  baik.

 

kedua lubang hidung klien tampak semetris, kebersihan hidung cukup bersih, tidak terdapat massa atau lesi pada hidung, fungsi penciuman baik

kedua lubang hidung klien tampak semetris, kebersihan hidung cukup bersih, tidak terdapat massa atau lesi pada hidung, fungsi penciuman baik.

kedua lubang hidung klien tampak semetris, kebersihan hidung cukup bersih, tidak terdapat massa atau lesi pada hidung, fungsi penciuman baik.

7.     

Mulut :

Bibir terlihat kering dan sianosis atau pucat

Bibir tidak terlihat kering dan sianosis atau pucat

Bibir tidak  terlihat kering dan sianosis atau pucat

 

Bibir tidak terlihat kering dan sianosis atau pucat

 

8.     

Kepala

bentuk kepala tampak semetris, tidak ada kelainan, warna rambut hitam dan ada bercampur uban, kebersihan kepala cukup bersih, tidak ada benjolan dan trauma kepala.

 

bentuk kepala tampak semetris, tidak ada kelainan, warna rambut hitam dan ada bercampur uban, kebersihan kepala cukup bersih, tidak ada benjolan dan trauma kepala.

 

bentuk kepala tampak semetris, tidak ada kelainan, warna rambut hitam dan ada bercampur uban, kebersihan kepala cukup bersih, tidak ada benjolan dan trauma kepala

bentuk kepala tampak semetris, tidak ada kelainan, warna rambut hitam dan ada bercampur uban, kebersihan kepala cukup bersih, tidak ada benjolan dan trauma kepala

9.     

Leher :

Bentuk leher tidak ada kelainan, tidak ada pembesaran kalenjar tiroid dan limfe dan tidak ada masalah dalam menelan

Bentuk leher tidak ada kelainan, tidak ada pembesaran kalenjar tiroid dan limfedan tidak ada masalah dalam menelan.

 

Bentuk leher tidak ada kelainan, tidak ada pembesaran kalenjar tiroid dan limfe dan tidak ada masalah dalam menelan

Bentuk leher tidak ada kelainan, tidak ada pembesaran kalenjar tiroid dan limfedan tidak ada masalah dalam menelan

10.  

Dada

bentuk dada tampak semitris, tidak terdapat lesi, kebersihan dada cukup bersih,tidak terdapat massa. Pergerakan dada saat inspirasi tampak semitris, suara jantung s1,s2 tunggal, dan tidak ada tambahan bunyi nafas. Taktil premitus teraba semetris

 

bentuk dada tampak semitris, tidak terdapat lesi, kebersihan dada cukup bersih,tidak terdapat massa. Pergerakan dada saat inspirasi tampak semitris, suara jantung s1,s2 tunggal, dan tidak ada tambahan bunyi nafas. Taktil premitus teraba semetris

 

bentuk dada tampak semitris, tidak terdapat lesi, kebersihan dada cukup bersih,tidak terdapat massa. Pergerakan dada saat inspirasi tampak semitris, suara jantung s1,s2 tunggal, dan tidak ada tambahan bunyi nafas. Taktil premitus teraba semetris

 

bentuk dada tampak semitris, tidak terdapat lesi, kebersihan dada cukup bersih,tidak terdapat massa. Pergerakan dada saat inspirasi tampak semitris, suara jantung s1,s2 tunggal, dan tidak ada tambahan bunyi nafas. Taktil premitus teraba semetris

 

11.  

Abdomen

pada pemeriksaan abdomen, bentuk abdomen semitris tidak ada teraba massa didalam abdomen, dan  terdapat nyeri teka skala 4, perkusi abdomen terdengar timpani, dan paristaltik usus 10x/ menit

 

pada pemeriksaan abdomen, bentuk abdomen semitris tidak ada teraba massa didalam abdomen, dan tidak terdapat nyeri teka, perkusi abdomen terdengar timpani, dan paristaltik usus 12x/ menit

 

pada pemeriksaan abdomen, bentuk abdomen semitris tidak ada teraba massa didalam abdomen, dan tidak terdapat nyeri teka, perkusi abdomen terdengar timpani, dan paristaltik usus 15x/ menit

 

pada pemeriksaan abdomen, bentuk abdomen semitris tidak ada teraba massa didalam abdomen, dan tidak terdapat nyeri teka, perkusi abdomen terdengar timpani, dan paristaltik usus 12x/ menit

 

12.  

Reprodoksi

 

jenis kelamin laki-laki, klien memiliki 5 orang anak, klien BAB 1 kali sehari dan BAK, sekitar 4-5 x dalam sehari

 

jenis kelamin perempuan, klien memiliki 5 orang anak, klien BAB 1 kali sehari dan BAK, sekitar 4-5 x dalam sehari

jenis kelamin laki-laki, belum menikah, klien BAB 1 kali sehari dan BAK, sekitar 4-5 x dalam sehari

jenis kelamin laki-laki, masih usia remaja dan berstatus pelajar, klien BAB 1 kali sehari dan BAK, sekitar 4-5 x dalam sehari

13.  

Ekstrimita

 

pada ekstrimitas atas dan bawah tampak semitris, tidak ada keterbatasan gerak, tidak terdapat nyeri pada ekstrimitas atas dan bawah, tidak terdapat oedema, tidak terjadi kelumpuhan, dari ke- 4 ekstriitas mampu menggerakkan persendian, mampu mengangkat dan melipat persendian secara sempurna

pada ekstrimitas atas dan bawah tampak semitris, tidak adaketerbatasan gerak, tidak terdapat nyeri pada ekstrimitas atas dan bawah, tidak terdapat oedema, tidak teradi kelumpuhan, dari ke-4 ekstrimitas mampu menggerakkan persendian, mampu mengangkat dan melipat persendian secara sempurna.

pada ekstrimitas atas dan bawah tampak semitris, tidak ada keterbatasan gerak, tidak terdapat nyeri pada ekstrimitas atas dan bawah, tidak terdapat oedema, tidak terjadi kelumpuhan, dari ke-4 ekstriitas mampu menggerakkan persendian,mampu mengangkat dan melipat persendian secara sempurna.

 

pada ekstrimitas atas dan bawah tampak semitris, tidak adaketerbatasan gerak, tidak terdapat nyeri pada ekstrimitas atas dan bawah, tidak terdapat oedema, tidak teradi kelumpuhan, dari ke-4 ekstrimitas mampu menggerakkan persendian,mampu mengangkat dan melipat persendian secara sempurn

 


 

C.   KESEHATAN LINGKUNGAN

1.    Lingkungan

a.    Karakteristik Rumah

Rumah permanen dan berlantai tehel,serta ada teras dan 3 buah kamar tidur, satu ruang tamu dan ruang  TV, lantai cukup bersih, keluarga tidak ada merasakan maslah dengan rumahnya. Status rumah milik sendiri dengan penerangan listrik, ventilasi, dan jendalanya dibuka setiap hari, keluarga mengatakan tahu dampak dari lingkungan yang kurang memenuhi syarat dan tahu keuntungan yang didapat, membersihkan rumah satu kali sehari, sumber air minum dan memasak dari sumur bor, dapur bersih dan  untuk wc ada didalam rumah dengan wc jongkok.

 


 

                                   


b.    Karakteristik tetangga dan komunitas RW

Karakteristik tetangga baik atau ramah dengan anggota keluarga disekitar, kebiasaan masyarakat dimana keluarga tinggal yaitu saling mengunjungi satu sama lain.

c.    Mobilitas Geografis Keluarga

Status kepemilikan rumah adalah milik sendiri, dan keluarga Tn. KR menempati rumah selama 8 tahun.

d.    Perkumpulan Keluarga dan interaksi dengan masyarakat

Keluarga mengikuti pengajian atau selamatan bila ada yang mengadakan, dan melayat kalau ada orang yang meninggal.

e.    System Pendukung Keluarga

Jumlah anggota keluarga yang sehat ada 3 dan biasa membantu pasien ketika ada masalah dalam kebutuhan sehari-hari pasien.

2.    Struktur Keluarga

a.    Pola Komunikasi Keluarga

Komunikasi dilakukan setiap hari, baik siang hari maupun malam hari, bahasa yang digunakan dalam komunikasi adalah bahasa indonesia , komunikasi dalam keluarga ini tidak ada dalam masalah.

b.    Struktur Kekuatan Keluarga

Pada keluarga Tn. KR dalam pengambilan keputusan setiap ada permasalahan dalam keluarga pemecahannya selalu secara musyawarah.

c.    Struktur Peran (Formal dan Informal)

Dalam keluarga Tn. KR berperan sebagai kepala keluarga dan Bertanggungjawab dalam memenuhi kebutuhan keluarga dan Ny. P sebagai Istri yang mengatur kebutuhan rumah tangga sehari- hari serta AN D turut membantu kedua orang tuanya dalam memenuhi kebutuhan keluarga sedangkan A n. A masih berstatus sebagai pelajar.

d.    Nilai dan Norma Keluarga

Kelurga mengatakan mereka selalu berusaha untuk menyempatkan diri mengobrol, sarapan dan makan malam bersama-sama, membudayakan cuci tangan sebelum makan, dan norma keluarga yang dianut adalah norma agama islam dan adat istiadat muna.

3.    Fungsi Keluarga

a.    Fungsi Afektif

Keluarga klien saling memberikan perhatian dan kasih sayang, klien selalau mendukung anggota keluarga apa yang dilakukan selama dalam batas kewajaran dan tidak melanggar etika dan sopan santun. Diterapkan demokrasi dalam mengatasi masalah keluarga.

b.    Fungsi Sosial

Hubungan antar anggota keluarga cukup harmonis saling membutuhkan antara anggota keluarga dengan warga sekitar juga cukup harmonis, karena Tn. KR sering bergabung dengan anggota masyarakat sekitar dalam kegiatan gotong royong maupun kegiatan sosial lainya.

c.    Fungsi pemenuhan Perawatan Kesehatan

1)    Mengenal masalah kesehatan

Keluarga mengatakan:

a)    Penyakit yang diderita TN KR adalah maag akut

b)    Ketika ditanya tentang penyakit maag keluaga tidak dapat menyebutkan dan tidak mengetahui apa penyebabnya serta hal yang memperburuk keadaannya.

c)    Tn KR mengatakan sering mengeluh sakit perut,mual kadang-kadang disertai muntah dan penyakit ini sering kambuh.

d)    Klien mengatakan cemas dengan sakit yang di deritanya saat ini

e)    Mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan

2)    Keluarga Tn KR mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan biasanya dilakukan dengan bermusyawarah antara keluarga. Karena itu Tn KR di bawa puskesmas atau mantri apabila obatnya habis.

Keluarga mengatakan:

a)    Keluarga Tn. KR mengatakan cukup mengerti tentang status kesehatan

b)    Anggota keluarga cukup peka terhadap keluarga yang sakit, namun kadang-kadang masalah kesehatan tersebut dianggap sepele atau tidak begitu diperhatikan secara lebih lanjut.

c)    Keluarga tetap berusaha agar penyakit yang diderita cepat sembuh,dan selalu mencari solusi jika keluarga sakit

d)    Keluarga sedikit takut dengan kemungkinan penyakit yang diderita salah satu anggota keluarganya

e)    keluarga sering membawa anggota keluarganya yang mengalami maag berobat kebalai kesehatan atau Puskesmas

f)     Keluarga kurang mendapat informasi yang tepat mengenai tindakan yang dilakukan jika masalah kesehatan muncul dalam keluarga

3)    Kemampuan merawat anggota keluarga yang sakit

a)    Pengatahuan keluarga mengenai penyakit terbatas secara perawatan, pencegahan komplikasi dll.

b)    Setiap anggota keluarga mengerti fungsi dan tanggung jawab masing-masing anggota keluarga, dan hubungan antara anggota keluarga, dan hubungan antara anggota keluarga dengan masyarakat terjalin baik.

c)    Keluarga memberikan perhatian, kasih sayang dan supportagar dapat membantu proses penyembuhan.

4)    Kemampuan keluarga memelihara (memodifkasi lingkungan rumah sehat)

Upaya untuk mencegah penyakit lebih banyak atau tambah parah dengan cara membersihkan lingkungan setiap hari dengan cara menyapu satu kali sehari dan mengepel lantai kalau ada kotorandan keadaan jendela selalu terbuka pada siang hari.

5)     Kemampuan mnggunakan fasilitas pelayanan kesehatan

Keluarga Tn. H tidak mnggunakan fasilitas kesehatan dir amah seperti persediaan obat-obatan di rumah.

d.    Fungsi Reproduksi

 Tn.KR Sudah memiliki anak 4 orang,sekarang TN KR sudah masuk usia lanjut dan fungsi sistem reproduksinya sudah menurun.

e.    Fungsi Ekonomi

 Keluarga cukup mampu memenuhi kebutuhan sandang, pengan, dan papan dari pendapatan yang diterima perbulan dari penghasilannya sebagai petani dan dibantu oleh anaknya yg sudah bekerja, tetapi belum mampu menyisihkan pendapatannya untuk menabung.

 

D.   RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA

1.    Tahap Perkembangan Keluarga Saat ini

Tahap perkembangan keluarga saat ini adalah keluarga dengan masa pensiun dan lansia dimana anak tertua,kedua dan ketiga sudah berkeluarga dan sudah mempunyai anak.

2.    Tahap Perkembangan Keluarga Yang Belum Tercapai

Perkembangan dari keluarga bpk KR dengan anak dan istri sudah terpenuhi dan kebutuhan keuangan keluarga pasien sudah terpenuhi dengan semestinya.

3.    Riwayat kesehatan keluaga inti

Tn.KR saat ini menderita penyakit maag (gastritis akut), Tn. KR mengatakan sudah menderita penyakit maag sekitar 3 tahun lalu dan sampai sekarang belum sembuh. Tn KR mengatakan sering dibawa ke tenaga kesehatan untuk berobat, keadaan Tn. KR sekarang tidak dapat terlambat makan karena nyeri pada ulu hati. Tn. KR mengatakan makan pagi jarang dan sering minum kopi ketika pagi hari dan di selingi dengan merokok.

4.    Riwayat keluarga kesehatan sebelumnya

Didalam keluarga Tn. KR, ada yang, yang mempunyai penyakit keturunan istri Tn KR pernah seperti DIABETES  dan HIPERTENSI.

E.   Status  ekonomi keluarga

Pendapatan keluarga dalam satu bulan antara Rp. 500.000 – 2.000.000, diperoleh dari hasil kebun singkongdan janggung, penghasilan tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,biaya sekolah dan jajan anak serta biaya untuk berobat ke bidan/ mantri

F.    KOPING KELUARGA

1.    Stresor Jangka Pendek dan panjang

Selama satu tahun lebih Tn KR selalu memikirkan masalah kesehatannya yang tak sembuh-sembuh dan selalu muncul.

2.    Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/stressor

Jika ada dalam keluarga yang mengalami sakit maka Tn. KR berusaha untuk mengobatinya.

3.     Strategi koping yang digunakan

Jika dalam keluarga mengalami permasalahan maka Tn.KR selalu memusyawarahkan dengan anggota keluarganya.

4.    Strategi adaptasi disfungsional

Keluarga Tn. KR dalam menyelesaikan masalah rumah tangganya biasanya diselsaikan secar bersama-sama dengan istri dan anak -anaknya.

G.   Aktivitas Rekreasi Keluarga

Yang dilakukan keluarga dalam waktu senggang adalah bersantai di rumah dan kumpul dengan anak dan istri,keluarga jarang sekali pergi ke tempat rekreasi secara bersama-sama,keluarga lebih sering jalan ke kebun,menonton tv dan mengobrol dengan tetangga sekeliling rumah,kebiasaan berkumpul keluarga lebih sering pada malam hari

H.   Harapan Keluarga Terhadap Petugas Kesehatan

Harapan keluarga terhadap petugas kesehatan yang ada agar petugas dapat membantu masalah, khususnya dalam masalah kesehatan yang ada saat ini.

II.       ANALISA DATA

Nama             : Tn.KR

Diagnose : gastritis Akut

Umur : 60 tahun

No

Data

Etiologi

Problem

1

Ds : klien mengatakan nyeri ulu hati

 

Do: klien nampak meringis

 

P : peningkatan mukosa lambung

Q : tertusuk-tusuk

R : ulu hati

S : skala 4

T :  sering terjadi

Infeksi mukaosa lambung

 

Gangguan difusi barier mukosa

 

Peningkatan asam lambung

 

Iritasi mukosa lambung

 

Peradangan mukosa lambung

 

Nyeri

Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan mukosa lambung

2

Ds : klien mengatakan mual muntah sudah 9 kkali dalam sehari

 

Do : klien nampak pucat

 

TTV :

 

TD : 130/80 mmHg

N   : 85x/menit

P    : 20 x/menit

S    : 36,7 ˚C

 

Hipotalamus

 

Aktivitas lambung meningkat

 

Kontaksi otot lambung

 

Anoreksia

 

Mual & muntah

 

Masuknya cairan yang tidak adekuat

 

Resiko kekurangan cairan volumee cairan

Resiko ketidakseimbangan elektrolit berhubungan dengan mual muntah yang berlebihan

3

 Ds  : klien mengatakan  lemas /fatiuque

 

Do : klien nampak tidak bergerak /loyo

 

Hiperemis

 

Kehilangan fungsi kelenjar fundus

 

Faktor inttrinsik

 

Penurunan absorpsi vitamin B12

 

Penurunan volume darah merah

 

Penurunan suplai O2

 

Kelemahan fisik

 

Intoleransi aktivitas

 

intoleransi aktivitas berhubungan dengan imobilitas fisik

 

 III.       DIAGNOSA KEPERAWATAN

1.    [domain : 12 kenyamanan.,kelas: 1 kenyamanan fisik., kode : 00132] nyeri akut berhubungan dengan peningkatan mukosa lambung

2.    [Domain  : 2 nutrisi., kelas : 5 dehidrasi., kode :00195] Resiko ketidakseimbangan elektrolit berhubungan dengan mual muntah yang berlebihan

3.    [Domain; 4 aktivitas/istrhat., kelas 4: respons krdiovaskuler/pulmonal] intoleransi aktivitas berhubungan dengan imobilitas fisik


  IV.        INTERVENSI KEPERAWATAN

Nama             : Tn.KR

Diagnose : gastritis akut

Umur : 60 tahun                                                                                                         

No register :

 

No

Diagnose keperawatan

Tujuan&Kriteriahasil ( NOC )

Intervensi (NIC )

1

Domain : 2 kenyamanan

Kelas : 1 kenyamanan fisik

Kode : 00132

 

Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan mukosa lambung

 

Ds : klien mengatakan nyeri ulu hati

 

Do: klien nampak meringis

 

P : peningkatan mukosa lambung

Q : tertusuk-tusuk

R : ulu hati

S : skala 6

T :  sering terjadi

 Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama  1x24 jam/menit :

Kontrol nyeri (1605) (skala 1:berat,2 : cukup berat, 3: sedang,4: ringan ,5: tidak ada)

 

Dengan kriteria hasil :

 

a.    Nyeri (dari skala 3 menjadi 5)

b.    Cemas ( dari skala 3 menjadi 4)

c.    Meringis ( dari skala 3 menjadi )

Intervensi keperawatan

 

Pemberian analgesik (2210)

 

Aktivitas-aktivitas

 

1.    Tentukan lokasi karakteristik,kualitas dan keparahan nyeri sebelum mengobati pasien

2.    Cek adanya riwayat alergi

3.    Pilih analgetik dosis dan keterlibatan pasien

4.    Observasi tingkatan nyeri klien

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Domain  : 12 kenyamanan

Kelas : 1 kenyamanan fisik.

Kode : 00132

 

Resiko ketidakseimbangan elektrolit berhubungan dengan mual muntah yang berlebihan

 

Ds : klien mengatakan mual muntah sudah 9 kkali dalam sehari

 

Do : klien nampak pucat

 

TTV :

 

TD : 130/80 mmHg

N   : 85x/menit

P    : 20 x/menit

S    : 36,7 ˚C

 

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama  1x24 jam/menit :

Mual dan muntah efek yang mengganggu (2106)Dengan skala (1:parah,2: banyak,3:cukup,4:sedikit,dan 5:tidak ada)

 

Dengankriteriahasil:

a.    Intoleransi bau (skala 4 menjadi 5)

b.    Perubahan status nutrisi (skala 3 menjadi 4)

c.    Penurunan beratbadan (skala 3 menjadi 4)

a.    Tidur terganggu (skala 3 menjadi 5)

Intervensi keperawatan

 

Manajemen mual (1450)

 

Aktivitas-aktivitas :

 

1.    Observasi tanda tanda nonverbal dan ketidaknyamanan

2.    Dapatkan riwayat diet pasienseperti (makanan) yang disukai dan tidak sukai

3.    Ajari menggunakan teknik nonfarmakologi

 

3

Domain : 4 aktivitas/istrahat

Kelas : 4 respons kardiovaskuler/pulmonal

Kode : 00092

 

intoleransi aktivitas berhubungan dengan imobilitas fisik

 

Ds  : klien mengatakan  lemas /fatiuque

Do : klien nampak tidak bergerak /loyo

 

 

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam/menit:

Tingkat kelelahan (0007)Dengan skala (1:parah,2: banyak,3:cukup,4:sedikit,dan 5:tidak ada)

 

Dengan kriteria hasil :

a.    Kelelahan ( dari skala 2 menjadi )

b.    Kelesuan (dari skala 3 menjadi 5)

c.    Kehilangan selera makan ( dari skala 2 menjadi 5)

Intervensi keperawatan

Terapi latihan ambulasi ( 0221)

 

Aktivitas-aktivitasnya

1.    Bantu pasien untuk menggunakan alas kaki

2.    Bantu psien untuk berpindah

3.    Dorong ambulasi independen

 

 

 

 

 

 

 


 

   V.        IMPLEMENTASI

 Nama            : Tn.KR

Diagnose : gastritis akut

Umur : 60 tahun

No register :

 

Diagnosa keperawatan

Implementai

Evaluasi

Jam

Tanggal  : 03 februari 2021

Hari/tanggal : 06 februari 2021

Jam : 06.30

Kelas : 1 kenyamanan fisik

Kode : 00132

 

Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan mukosa lambung

 

18.00

 

 

 

 

 

 

18.15

 

 

 

 

 

18.45

1.    Menentukan lokasi karakteristik,kualitas dan keparahan nyeri sebelum mengobati pasien

Hasil :lokasi nyeri klien yaitu di Ulu Hati klien

2.    Mengecek adanya riwayat alergi

Hasil : klien tidak memiliki alergi obat apapun

3.    Memilih analgetik dosis dan keterlibatan pasien

Hasil : obat analgetik yang diberikan yaitu ranitidine

4.    Mengobservasi skala nyeri klien

Hasil : skala nyeri klien yaitu 6

S : klien mengatakan nyeri yang dirasakan berkurang

 

 

O : pasien tidak nampak meringis

 

TTV

TD : 130/80 mmHg

N   : 80x/menit

P    : 20 x/menit

S    : 36,7 ˚C

 

Domain  : 12 kenyamanan

Kelas : 1 kenyamanan fisik.

Kode : 00132

 

Resiko ketidakseimbangan elektrolit berhubungan dengan mual muntah yang berlebihan

 

18.50

 

 

 

18.58

 

 

19.05

 

 

 

1.    Mengobservasi tanda tanda nonverbal dan ketidaknyamanan

Hasil : klien mengalami mual & muntah akibat peningkatan mukosa lambung

2.    Mendapatkan riwayat diet pasienseperti (makanan) yang disukai dan tidak sukai

Hasil : klien tidakk memiliki diet apapun

3.    Mengajari menggunakan teknik nonfarmakologi

Hasil : teknik nonfarmakologi yang diberikan yaitu klien dapat mencium bebauan yang disukai

 

S : klien mengatakan tidak lagi mual & muntah

 

 

O : klien nampak tidak lemas

 

 

 

Domain : 4 aktivitas/istrahat

Kelas : 4 respons kardiovaskuler/pulmonal

Kode : 00092

 

intoleransi aktivitas berhubungan dengan imobilitas fisik

 

19.20

 

19.25

 

19.35

1.    Membantu pasien untuk menggunakan alas kaki

Hasil : klien menggunakan alas kaki  yang baik

2.    Membantu psien untuk berpindah

Hasil : klien dapat berpindah sendiri

3.    Mendorong ambulasi independen

Hasil : klien belum bisa bergerak secara berlebihan

S : klien mengatakan sudah bisa beraktivitas

 

O : klien nampak tidak kesulitas dalam melakukan kegiatan

 

 

  VI.        EVALUASI

 Nama            : Ny.I

Diagnose : gastritis

Umur : 28 tahun

No register :

 

Diagnosa keperawatan

Jam /tanggal

Evaluasi

Kelas : 1 kenyamanan fisik

Kode : 00132

 

Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan mukosa lambung

 

 06.30

 

06 november 2020

S : klien mengatakan nyeri yang dirasakan berkurang

 

 

O : pasien tidak nampak meringis

 

TTV

TD : 130/80 mmHg

N   : 80x/menit

P    : 20 x/menit

S    : 36,7 ˚C

A : masalah teratasi

 

P : klien pulang intervensi dihentikan

Domain  : 12 kenyamanan

Kelas : 1 kenyamanan fisik.

Kode : 00132

 

Resiko ketidakseimbangan elektrolit berhubungan dengan mual muntah yang berlebihan

 

06.40

06 november 2020

S : klien mengatakan tidak lagi mual & muntah

 

 

O : klien nampak tidak lemas

 

A : masalah teratasi

 

P : klien pulang intervensi dihentikan

 

 

 

 

Domain : 4 aktivitas/istrahat

Kelas : 4 respons kardiovaskuler/pulmonal

Kode : 00092

 

intoleransi aktivitas berhubungan dengan imobilitas fisik

 

06.49

06 november 2020

S : klien mengatakan sudah bisa beraktivitas

 

O : klien nampak tidak kesulitas dalam melakukan kegiatan

 

A :  masalah teratasi

 

P : klien pulang intervensi dihentikan


BAB IV

PENUTUP

A.   Kesimpulan

Gastritis akut adalah suatu peradangan permukaan mukosa lambung yang akut. Gatritis Akut paling sering diakibatkan oleh kesalahan diri, mis. makan terlalu banyak, terlalu cepat, makan makanan yang terlalu banyak bumbu atau makanan yang terinfeksi. Penyebab lain termasuk alcohol, aspirin, refluks empedu atau terapi radiasi. Penyebab dari gastritis menurut Herlan tahun 2001 yaitu asupan alkohol berlebihan (20%), merokok (5%), makanan berbumbu (15%), obatobatan (18%) dan terapi radiasi (2%), sedangkan menurut Hasna dan Hurih tahun 2009 gastritis bisa juga disebabkan karena, infeksi bakteri, stress, penyakit autoimun, radiasi dan Chron’s Disease

B.    saran

Penulis menyadari bahwa makalah di atas masih banyak kekurangan baik dari segi materi maupun penyusunan. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik serta saran dari pembaca agar kedepannya bisa lebih baik lagi dalam pembuatan makalah. Semoga makalah yang di buat ini memberi banyak manfaat bagi pembaca dan penulis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

 

1.        Ndruru RK, Sitorus S, Barus N. Gambaran Diagnostik dan Penatalaksanaan Gastritis Rawat Inap BPJS di RSU Royal Prima Medan Tahun 2017. J Kedokt dan Kesehat. 2019;15(2):209.

2.        Khanza N, Isnandari N, Lestari OP, Ariyati R. ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN GASTRITIS. Kemamp Koneksi Mat (Tinjauan Terhadap Pendekatan Pembelajaran Savi). 2019;53(9):1689–99.

3.        Mahmuda S. Asuhan Keperawatan Pada Ny. S dan Ny. M Gastritis Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut Di Ruang Melati RSUD dr. Haryoto Lumajang. Repos Univeritas Jember. 2018;1–66.

4.        Eka Novitayanti. Identifikasi Kejadian Gastritis Pada Siswa Smu Muhammadyah 3 Masaran. Infokes J Ilm Rekam Medis dan Inform Kesehat. 2020;10(1):18–22.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KEPERAWATAN KELUARGA

    ASUHAN KEPERAWAT KELUARGA   DENGAN MASALAH GASTRITIS AKUT     OLEH: Ti...